Pesona Elok dan Sejarah di Wisata Pantai Ngobaran

Siapa yang tidak suka berpelesir di pantai ngobaran? Bermain lembutnya pasir, bermain bersama ombak, menikmati asinnya air pantai, hingga berjemur di bawah sinar matahari yang terik. Semua orang pasti menyukainya. Ditambah jika musim liburan tiba, dapat dipastikan pantai manapun tidak akan sepi pengunjung. Sebab pergi ke pantai sama halnya dengan kembali lagi ke alam.

Pantai memang menjadi salah satu destinasi berlibur atau hanya sekedar melepas rutinitas sehari-hari yang cukup menjenuhkan. Di Indonesia sendiri terdapat berbagai pantai dengan keunikannya masing-masing. Seperti di Pulau Jawa, terdapat banyak pantai yang cantik dan elok. Seperti Yogyakarta, kota dengan banyak tradisi jawanya juga tidak kalah dengan pantainya yang cantik dan memesona. Membuat wisatawan manapun terkesima melihatnya.

Pantai yang berada di daratan Yogyakarta diantaranya ada Pantai Prangtritis, Pantai Indrayanti, Pantai Timang, Pantai Watu Kodok Gunung Kidul dan pantai lainnya. Namun, ada salah satu pantai yang cantik dan patut untuk didatangi, yaitu Pantai Ngobaran. Pantai yang terletak di Kaningoro, Sapto Sari, Kabupaten Gunung Kidul 55871 Yogyakarta ini memang memiliki pesona yang tidak kalah dengan pantai lainnya. Pantai ini juga sering disebut mirip dengan Pulai Dewata Bali dan memiliki beberapa pura yang mirip dengan yang ada di Bali.

Ada beberapa hal yang menjadikan Pulau Dewata versi Jawa ini menjadi daya tarik wisatawan. Pantai tersebut memiliki banyak sekali nilai sejarah pada zaman dahulu, keindahan alam bawah lautnya hingga tak ketinggalan spot foto yang kekinian. Simak ulasannya berikut mengenai pesona dan eloknya pantai memiliki bukit karang.

Bangunan Bersejarah

Seperti yang dijelaskan di atas bahwa Pantai Ngobaran memang memiliki bangunan dari peninggalan kerajaan zaman dahulu. Kerajaan tersebut adalah Kerajaan Majapahit yang meninggalkan berbagai bangunan yang hapir mirip dengan yang ada di Bali. Terdapat bangunan berupa pura yang digunakan oleh umat Hindu sembahyang. Selanjutnya ada arca yang dapat dilihat ketika pertama kali masuk. Terdapat arca Brahma, Siwa, dan Ganesha. Sedangkan untuk patung Dewa Wisnu terdapat di ujung bangunan yang menghadap ke laut dengan menunggang garuda.

Penyebutan Pantai

Jika terdapat banyak pura dan arca sama halnya dengan di Bali, berarti Pantai tersebut pernah menjadi saksi bisu dari sebuah kerajaan zaman dahulu. Kerajaan tersebut adalah Kerajaan Majapahit yang sangat kuat dan terkenal pada masanya. Sejarah mencatat bahwa Kerajaan Demak menyerang Kerjaan Majapahit yang saat itu dipimpin oleh Prabu Brawijaya V. Karena merasa tidak dapat melawan anaknya sendiri yaitu Raden Patah, akhirnya Prabu Brawijaya V melarikan diri ke sebuah pantai.

Selanjutnya Prabu Brawijaya V melakukan upacara moksa yaitu upacara pembakaran diri dan menghasilkan kobaran api yang besar. Sebab itulah dinamakan Pantai Ngobaran yang diambil dari kata ‘kobaran’ dari apa yang membakar Prabu Brawijaya V. Namun, menurut pendapat peduduk setempat bahwa Prabu Brawijaya V tidak benar membakar dirinya hidup-hidup.

Bukit Karang

Pantai peninggalan Kerajaan Majapahit ini memiliki bukit karang yang cukup tinggi dan cantik. Selain itu banyak wisatawan yang naik bukit tersebut untuk melihat keindahan pantai dari atas. Selain keindahan pantai tersebut, wisatawan juga bisa melihat pantai lain yang ada di sekitarnya. Sedangkan di bukit karang sendiri terdapat bangunan arca dan pura, jadi sering dijadikan spot untuk berfoto.

Petilasan

Petilasan ini sering disebut dengan Petilasan Wono Pantai Ngobaran yang berada di ujung ketika hendak menuju bukit karang. Di sana juga terdapat sebuah tanah dengan ukuran 4 x 2 meter yang mungkin digunakan masyarakat untuk berdoa dan dijaga oleh juru kunci setempat.

Kuliner Pantai

Kuliner yang paling di terkenal di pantai adalah kelapa muda, ikan bakar, dan hidangan laut lainnya. Namun, terdapat sayur lumput laut dan daging landak laut yang dimasak menggunakan bumbu pedas. Sangat menyenangkan sekali jika bisa menghabiskan waktu di pantai yang penuh dengan sejarah kerajaan zaman dahulu.

Selain berlibur dan menikmati pesona Pantai Ngobaran, wisatawan juga dapat menikmati wisata sejarah untuk menambah ilmu pengetahuan selama liburan. Tiket masuk sendiri sangat murah yaitu Rp 5.000 dengan parkir mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 20.000.

Jadi tunggu apalagi, berlibur dan belajar di Pantai Ngobaran untuk mendapatkan sensasi alam yang asri dan kuliner yang diambil langsung dari laut. Dan jangan lupa selalu menjaga kebersihan lokasi wisata untuk menjaga keindahan alam dan peninggalannya.

Source image: instagram.com/srih968

Posting Komentar